Sistem File Pada Sistem Operasi Windows DAN Linux
File system seperti yang kita ketahui software yang berfungsi
mengoraaganisir data yang terdapat pada tempat penyimpanan data. Mengorganisir
data secara terstruktur dimana membuat data atau memastikan agar dapat
tersimpan, dibuka kembali, dan update data ssetelah Sistem Operasi dimatikan.
Pada setiap Sistem Operasi (Windows, MAC, Linux) memiliki sistem
file yang berbeda-beda dalam hal penempatan file dan struktur pohon
atau hierarchy file tersendiri. Berikut adalah Sistem File dari
ketiga Sistem Operasi tersebut:
Sistem File Pada Windows
Sistem File yang digunakan Windows sendiri adalah FAT, NTFS, dan
ReFS (Windows 8)
1. FAT
File Allocation Table atau FAT adalah Sistem FIle yang hampir
mendukung seluruh sistem operasi yang ada karena FAT bersifat Standalone (Bisa
berdiri sendiri) yang karenanya banyak media portable atau flash disk yang
menggunakan Sistem File tersebut.
FAT sendiri dibagi-bagi menjadi 4 versi:
a. FAT12
Memiliki batas ukuran alokasi hanya sampai 12-bit (212 = 4096 )
b. FAT16
Memiliki batas ukuran alokasi hanya sampai 16-bit (216=
65536)
c. FAT32
Memiliki batas ukuran alokasi hanya sampai 32-bit (232=
65536)
d. exFAT
(Extended FAT) atau biasa disebut FAT64 sebuah Sistem File yang
digunakan dalam Media Penyimpanan External Portable atau Flash Disk yang kita
gunakan sekarang, yang memiliki alokasi paling besar dibanding dengan FAT yang
sebelumnya dan memiliki kemampuan yang berbeda dari ke 3 FAT diatas. Seperti
performa alokasi ruang kosong dan penghapusan ditingkatkan karena sistem file
ini menggunakan Free Space Bitmap, mendukung skala penyimpanan yang besar bisa
support lebih dari 4GB.
2. NTFS
New Technology File System atau NTFS adalah perkembangan dari
FAT itu sendiri yang memiiki kemampuan lebih dari FAT. NTFS diciptikan untuk
menjadi Sistem File Utama pada Windows. Fitur-fitur seperti; Access Control,
File System Journaling, Metadata Support, Encryption, Fault Tolerance yang
membuat NTFS bisa menjadai Sistem File yang memadai untuk Sistem Operasi
Windows yang juga turut serta dalam kesuksesan Windows dengan adanya teknologi
NTFS ini.
3. ReFS
Resilient File System atau ReFS adalah Sistem Operasi baru dari
Microsoft yang di Implementasikan pada Sistem Operasi yang baru Windows 8, yang
merupakan hasil dari pengembangan NTFS. Berikut adalah Fitur-fitur pada ReFS
yang Penigkatan dari NTFS:
a. Peningkatan dalam Hal Realibilitas Struktur Disk
ReFS sendiri menggunakan Pohon B+ dalam strukrisasi termasuk
juga metadata dan data file. yang meningkatnya Maksimum Ukuran File ke 16
Exabytes, dan juga Maksimum Volume yang mencapai pada 1 Yottabyre (Dengan 16 KB
Clusters) yang artinya bisa menampung hingga1.12589991 × 1015 GB!
b. Built-In Resilience (Ketahanan)
Mampu mengakses data dari disk yang mengalami failure, yang
memungkinanya rebuilding kembali data-data tersebut.
c. Mendukung atau Kompabilitas Dengan APIs dan Teknologinya.
Dengan ReFS tidak memerlukan sistem baru dari APIs. Karena ReFS
support banyak fitur Windows dan NFTS seperti BitLocker Encryption, Access
Control List, USN Journal, Penggatian Notifikasi, ID Files, Oplock, Mount
Point, Junction Point, dan banyak lagi.
Sistem File Pada Linux
Sistem file yang digunakan pada Sistem Operasi Linux Ext2, Ext3,
Ext4
Seperti layaknya Windows Linux mengembangkan Ext2, Ext3, Ext4
untuk sistem file pada sistem operasinya. Berikut penjelasan dari ke-3 Sistem
File tersebut:
1. Ext2
Second Extended File System atau Ext2 adalah generasi awal dari
Ext2 yang kapasitasnya dari dari 16 GB hingga 2 TB. Kekurangan Sistem File ini
tidak mendukung fitur juraniling data.
2. Ext3
Third Extended File System digunakan untuk Linux Kernel 2.4.15.
Pada generasi ketiga ini sudah mendukung penjurnalan data. Maksimum Ukuran yang
dapat di baca Sistem File Ini dari 2 TB Hingga 32 TB. Penambahan teknologi
journaling pada Ext3 mempunyai 3 Type:
·
Journal – Semua Metadata dan Isi disimpan pada Journal
·
Ordered – Hanya Metadata yang disimpan pada Journal. Penyimpanan
dilakukan hanya ketika selesai penulisan content atau isinya ke disk.
·
Writeback – Hanya Metada yang disimpan pada Journal. Penyimpinan
dapat dilakukan sebelum dan sesudah data di tulis ke dalam disk.
3. Ext4
Fourth Extended File System atau Ext4 generasi ke-4 dari
Extended File System yang digunakan Linux. Yang digunakan untuk mendukung Linux
Kernel 2.6.19 memungkinkanya pembacaan file dan file-file dengan ukuran besar.
Ukuran disk yang dapat dibaca sendiri dari 1 EB (Exabyte), dan bisa Mounting
Disk yang munggunakan Ext2, Ext3 dapat terbaca pada Ext4 ini. Sedangkan
fitur-fitur baru yang diterapkan pada Ext4 ini adalah Multiblock Allocation,
Delay Allocation, Journal Checksum, Fast Check, dll. Intinya peningkatan
dari performa dan realibitas dari versi-versi sebelumnya.
Sistem File Pada MAC
Seperti Sistem Operasi yang lainnya MAC juga meggembangkan
Sistem File mereka yang diberinama HFS dan HFS+ Berikut Penjelasanya:
1. HFS
Hierarchical File System atau HFS adalah file sistem pertama
yang digunakan Apple.Inc untuk menjadi Sistem File pada Mac OS mereka yang
pertama kali digunakan untuk Floppy dan Hardisk dan juga kita bisa temukan pada
CD-ROMs. Untuk HFS dikembangkan dengan Sistem Operasi awal Mac pada pembutanya
yaitu pada tahung 1985 yang hanya menampung 2GB.
2. HFS+
Hierarchical File System Extended/Plus atau HFS+ adalah
pengembangan selanjutnya dari HFS seblumnya yang bisa menampung hingga 8 EB
(Exabyte), digunakan juga pada perankat apple lainya seperti iPod. HFS+ seperti
namanya HFS yang mendapatkan tambahan agar lebih reliable untuk penampungan
yang lebih besar. Adanya Sistem Penjournalan pada HFS+ yang tidak ada pada
Sistem File sebelumnya dan menggukan POSIX Permission, dan Defragementing File.
APA SIH FILE SISTEM OPERASI ITU
Menurut beberapa literatur yang saya temukan dan saya baca, File
System / Sistem Berkas merupakan metoda penyimpanan file pada komputer atau
media penyimpanan komputer dalam mengatur lokasi file tersebut. Ada juga yang
menyebut bahwa File System adalah struktur logika yang digunakan untuk
mengendalikan akses terhadap data yang ada pada disk. File System memiliki dua
bagian:
1. Kumpulan file yang
masing-masingnya menyimpan data-data yang berhubungan.
2. Struktur direktori yang
mengorganisasi dan menyediakan informasi mengenai seluruh file dalam sistem.
Fungsi File System salah satunya untuk memberi nama pada berkas
dan meletakkannya pada media penyimpanan. Fungsi lainnya adalah sebagai
konvensi penamaan berkas dan peletakkan berkas pada struktur direktori. Semua
sistem operasi memiliki File Systemnya sendiri untuk meletakkan file dalam
sebuah struktur hirarki.
File system merupakan interface
yang menghubungkan sistem operasi dengan disk. Ketika program menginginkan
pembacaan dari harddisk atau media penyimpanan lainnya, sistem operasi akan
meminta file system untuk membuka file yang diminta tersebut.
File system akan mencari lokasi dari file yang diinginkan. Setelah
file itu ditemukan, file system akan membaca file tersebut kemudian mengirimkan
informasinya kepada sistem operasi dan akhirnya bisa dibaca oleh kita.
Jadi sekarang uda cukup tau kan apa itu File System? Sekarang
waktunya kita menelusuri lebih dalam lagi tentang File System.
Saya akan membagi penjelasan File System ini dalam dua bagian.
Pertama, yang akan dibahas adalah File System yang ada pada Sistem Operasi
Microsoft Windows. Kemudian berikutnya akan dibahas mengenai File System yang
ada pada Sistem Operasi Linux. Dan sebagai tambahan, di akhir tulisan ini akan
diberikan perbedaan di antara 2 sample File System.
File System pada Windows
Kita masuk dulu yuu ke bahasan pertama. Teman-teman tentunya sudah
sangat familiar dengan Sistem Operasi Windows. Terus jika teman-teman melihat
Properties harddisk, pernah liat ada tulisan ‘NTFS’ atau ‘FAT’ kan?? Nah itu
adalah jenis File System yang digunakan pada Windows.
FAT (File Allocation Table)
FAT File System merupakan sebuah File System yang menggunakan
struktur tabel alokasi berkas sebagai cara dirinya beroperasi. Ada beberapa
versi FAT yang ada hingga saat ini, di antaranya:
1. FAT12
FAT12
merupakan sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang memiliki batas
hingga 12-bit. File System ini hanya dapat menampung maksimum hanya 212 unit alokasi saja atau sebanyak 4096 buah. FAT12 pertama kali
digunakan pada Sistem Operasi MS-DOS. Karena kapasitasnya sedikit yakni hanya
32 MB, maka FAT12 hanya digunakan sebagai file system pada media penyimpanan
floppy disk.
2. FAT16
FAT16
merupakan sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang memiliki batas
hingga 16-bit. File System ini dapat menampung maksimum 216 unit alokasi atau sebanyak 65536. Kapasitas File System ini
sebanyak 4 GB, jauh melebihi versi sebelumnya yang hanya 32 MB. Ukuran unit
alokasi yang digunakan FAT16 tergantung kapasitas partisi harddisk yang akan
diformat. Jika kapasitasnya kurang dari 16 MB, maka yang akan digunakan adalah
FAT12. Jika melebihi 16 MB maka yang digunakan adalah FAT16.FAT16 pertama kali
digunakan pada Sistem Operasi MS-DOS pada tahun 1981. Keuntungan menggunakan
FAT16 adalah kompatibel hampir di semua sistem operasi, baik Windows 95/98/ME,
OS/2, Linux bahkan Unix. Namun, ada juga kekurangan dari FAT versi ini yakni
mempunyai kapasitas tetap dalam jumlah cluster dalam partisi, jadi semakin
besar harddisk, semakin besar pula ukuran cluster. Selain itu, FAT16 tidak
mendukung kompresi, enkripsi, dan control akses dalam partisi.
3. FAT32
FAT32
merupakan sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang memiliki batas
hingga 32-bit. File System ini dapat menampung maksimum 232 unit alokasi atau sebanyak 4294967296. Meskipun demikian,
dalam implementasinya, jumlah unit alokasi yang dapat dialamati oleh FAT32
hanya 228 atau 268435456 buah. FAT32 pertama kali
dikenalkan pada Sistem Operasi Windows 95 OSR2. Pada Sistem Operasi Windows NT
5.x ke atas, hanya mengizinkan pembuatan partisi FAT32 hingga 32 GB. Jika
partisinya melebihi 32 GB, maka yang akan digunakan adalah File System NTFS.
Keunggulan FAT32 adalah kemampuan menampung jumlah cluster yang lebih besar
dalam partisi. Namun, kelemahan menggunakan File System ini adalah terbatasnya
Sistem Operasi yang bisa mengenal FAT32.
4. exFAT
exFAT
singkatan dari Extended File Allocation Table atau sering disebut sebagai
FAT64. exFAT merupakan sistem berkas proprietary yang cocok untuk digunakan
oleh media-media penyimpanan berbasis memori flash. File System ini pertama
kali dibuat oleh Microsoft untuk perangkat-perangkat benam di dalam Windows
Embedded CE 6.0 dan Windows Vista Service Pack 1.
Beberapa
keunggulan exFAT antara lain:
·
Skalabilitas untuk HDD berukuran besar.
·
Ukuran besar teoritis maksimal 264 (16 EiB).
·
Ukuran cluster yang didukung hingga 2255 sektor, dengan batasan
implementasi hingga 32 MB.
·
Performa untuk alokasi ruangan kosong dan penghapusan ditingkatkan
karena File System ini memperkenalkan implementasi baru, yaitu Free Space
Bitmap.
·
Mendukung lebih dari 216 (65536) berkas di dalam sebuah
direktori tunggal.
·
Mendukung fitur Access Control List (ACL), seperti halnya NTFS.
·
Mendukung Transaction-Safe FAT File System (sebuah fungsi optional
untuk Windows CE yang diaktifkan)
·
Memiliki ruangan tersendiri yang bisa digunakan oleh OEM untuk
melakukan kustomisasi terhadap sistem berkas untuk karakteristik perangkat
tertentu.
·
Timestamp dapat ditampilkan dalam UTC, tidak hanya dalam local
time saja.
Beberapa kelemahan yang dimiliki exFAT antara lain:
·
Perangkat yang menggunakan file system exFAT tidak bisa
menggunakan kemampuan ReadyBoost milik Windows Vista.
·
Status lisensi yang belum jelas.
·
Tidak bisa diakses oleh sistem-sistem operasi Windows terdahulu,
sebelum Windows Vista SP1 atau Windows CE 6.0.
·
Belum tersedia implementasi dalam proyek open source.
NTFS (New Technology File System)
NTFS merupakan File System yang memiliki sebuah desain sederhana
namun memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan FAT File System. NTFS
pertama kali dikenalkan Microsoft pada Sistem Operasi Windows NT dan mendukung
Sistem Operasi yang terbaru yaitu Windows 7. Sejak pertama kali dibuat hingga
sekarang, NTFS telah mengalami perkembangan. Beberapa versi NTFS antara lain:
1. NTFS versi 1.0
NTFS
ini datang bersama dengan Windows NT 3.1. Versi ini menawarkan fungsi yang
sangat dasar, tetapi sudah jauh lebih baik dibandingkan FAT File System.
2. NTFS versi 1.1
NTFS
ini datang bersama dengan Windows NT 3.50. Versi ini menambahkan dukungan
terhadap pengaturan akses secara diskrit (discretionary access control).
3. NTFS versi 1.2
NTFS
ini datang bersama dengan Windows NT 4.0. Versi ini menambahkan dukungan
terhadap auditing setiap berkas dan juga kompresi transparan.
4. NTFS versi 2.0
NTFS
ini tidak dirilis secara umum, karena berbagai kendala yang dialaminya, yang
tidak diumumkan oleh Microsoft. Microsoft menggagalkan proyek NTFS 2.0 dan
langsung menginjak NTFS 3.0
5. NTFS versi 3.0
NTFS
ini datang bersama dengan Windows 2000. Versi ini menawarkan banyak peningkatan
dibandingkan dengan versi sebelumnya. Di antaranya adalah penetapan kuota
kepada setiap pengguna, Encrypting File System (EFS),
sistem keamanan yang dapat diatur dari server pusat, fitur indeksasi terhadap
properti dan isi setiap berkas, dan lain-lain. Selain itu, NTFS 3.0 juga
menawarkan dukungan kepada struktur GUID Partition Table dan Logical Disk Management.
6. NTFS versi 3.1
NTFS
ini datang bersama dengan Windows XP SP1 dan Windows Server 2003. Versi ini
menawarkan perbaikan yang minor yang terjadi dalam versi sebelumnya (khususnya
di bidang performa), dan juga penggantian algoritma enkripsi yang digunakan
oleh EFS dari DESX atau 3DES menjadi AES-256.
Keunggulan yang ditawarkan NTFS antara lain:
·
NTFS dapat mengatur kuota volume untuk setiap pengguna
·
Mendukung sistem berkas terenkripsi secara transparan dengan
menggunakan beberapa jenis algoritma enkripsi yang umum digunakan.
·
Mendukung kompresi data yang transparan, meskipun tidak memiliki
rasio yang besar, namun dapat digunakan untuk menghemat penggunaan ruangan
harddisk.
·
Mendukung hard link serta symbolic
link seperti halnya sistem berkas dalam sistem operasi keluarga UNIX,
meskipun dalam NTFS implementasinya lebih sederhana.
·
Mendukung penamaan berkas dengan metode pengodean Unicode (16-bit
UCS2) hingga 255 karakter.
·
Memiliki fitur untuk menampung lebih dari satu buah ruangan data
dalam sebuah berkas.
Namun, dibalik keunggulan di atas, pada umumnya NTFS tidak
kompatibel dengan Sistem Operasi lain yang terinstall di komputer yang sama (Double OS) bahkan juga tidak terdetek
apabila Anda melakukan StartUp Boot menggunakan Floppy. Untuk itu sangat
disarankan kepada Anda untuk menyediakan partisi yang kecil saja yang
menggunakan File System FAT di awal partisi. Partisi ini dapat Anda gunakan
untuk menyimpan Recovery Tool apabila mendapat masalah.
Nah, sekarang uda cukup tau kan tentang File System yang ada di
Windows?? Segitu aja sih yang saya tau berdasarkan literatur yang saya
dapatkan. J
File System pada Linux
Sekarang waktunya kita masuk ke pembahasan kedua. Kali ini kita
cari tau tentang File System yang ada di Sistem Operasi Linux. Mungkin beberapa
orang belum begitu familiar dengan Linux karena belum banyak yang pake, terus
juga sosialisasi mengenai Open Source ini belum merata, khususnya di Indonesia.
Namun, alangkah baiknya kita juga mencoba eksplorasi semuanya. Yu kita mulai
aja, cekidot gan.
Ext 2 (2nd Extended)
Ext 2 merupakan tipe file system yang paling tua yang masih ada.
File system ini pertama kali dikenalkan pada tahun 1993. Ext 2 adalah file
system yang paling ampuh di linux dan menjadi dasar dari segala distribusi
linux. Pada Ext 2 file system, file data disimpan sebagai data blok. Data blok
ini mempunyai panjang yang sama dan meskipun panjangnya bervariasi di antara
Ext 2 file system, besar blok tersebut ditentukan pada saat file system dibuat
dengan mk2fs. Jika besar blok adalah 1024 bytes, maka file dengan besar 1025
bytes akan memakai 2 blok. Ext 2 File System menyimpan data secara hirarki
standar yang banyak digunakan oleh sistem operasi. Data tersimpan di dalam
file, file tersimpan di dalam direktori. Sebuah direktori bisa mencakup file
dan direktori lagi di dalamnya yang disebut sub direktori.
Kehandalan Ext2FS:
·
Administrator sistem dapat memilih ukuran blok yang optimal (dari
1024 sampai 4096 bytes), tergantung dari panjang file rata-rata, saat membuat
file sistem.
·
Administrator dapat memilih banyak inode dalam setiap partisi saat
membuat file sistem.
·
Strategi update yang aman dapat meminimalisasi dari system crash.
·
Mendukung pengecekan kekonsistensian otomatis saat booting.
·
Mendukung file immutable (file yang tidak dapat
dimodifikasi) dan append-only (file yang isinya hanya dapat
ditambahkan pada akhir file tersebut).
Kelemahan Ext2FS:
·
Ketika shut down secara mendadak membutuhkan waktu yang tidak
sebentar untukrecover.
·
Untuk melakukan clean up file system, biasanya Ext 2 secara
otomatis akan menjalankanutility
e2fsck pada saat booting selanjutnya.
e2fsck pada saat booting selanjutnya.
Ext 3 (3rd Extended)
Ext 3 merupakan peningkatan dari Ext 2 File System. Beberapa
peningkatan yang ada antara lain:
1. Journaling
Dengan
menggunakan journaling, maka waktu recovery pada shut down yang mendadak tidak akan selama
pada Ext 2.
2. Integritas Data
Ext
3 menjamin adanya integritas data setelah terjadi kerusakan atau unclean shut
down. Ext 3 memungkinkan kita memilih jenis dan tipe proteksi dari
data.
3. Kecepatan
Daripada
menulis data lebih dari sekali, Ext 3 mempunyai throughput yang lebih besar daripada Ext 2 karena Ext 3 memaksimalkan
pergerakan head harddisk. Kita bisa memilih
tiga jurnal mode untuk memaksimalkan kecepatan, tetapi integritas data tidak
terjamin.
4. Mudah Dilakukan Migrasi
Kita
dapat melakukan migrasi atau konversi dari Ext 2 ke Ext 3 tanpa harus melakukan
format ulang pada harddisk.
Di samping keunggulan di atas, Ext 3 juga memiliki kekurangan.
Dengan adanya fitur journaling, maka membutuhkan memori yang
lebih dan memperlambat operasi I/O.
Ext 4 (4th Extended)
Ext 4 dirilis secara komplit dan stabil berawal dari kernel
2.6.28. Jadi, apabila distro yang secara default memiliki kernel tersebut atau
di atasnya secara otomatis system sudah support Ext 4. Apabila masih menggunakan
Ext 3, dapat dilakukan konversi ke ext 4 dengan beberapa langkah yang tidak
terlalu rumit.
Keuntungan menggunakan Ext 4 ini adalah mempunyai pengalamatan
48-bit blok yang artinya dia akan mempunyai 1 EiB = 1.048.576 TB ukuran
maksimum file system dengan ukuran 16 TB untuk maksimum file sizenya, fast fsck, journal checksumming, defragmentation
support.
Perbedaan File System FAT dengan NTFS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar